Minggu, 23 Mei 2010

Aquadopp® Current Profiler

DESKRIPSI

Aquadopp® Current Profiler adalah gerasi ketiga pengukur arus dari current profiler acoustic doppler current profiler (ADCP). Alat Aquadopp adalah sebuah produk dari nortexUSA. Berbagai macam produk nortexUSA yang mendukung akustik dopler meter dinamakan aquadopp, hal ini digunakan untuk profiler dan velocimeters. Aplikasinya yaitu oseanografi perairan dangkal (kedalaman <100m),>

Contoh dari produk nortexUSA untuk aquadopp antara lain :


Current Profilers
• Aquadopp Profiler
• Aquadopp HR-Profiler
• Continental Profiler


Current Meters
• Aquadopp current meter
• Aquadopp - 3000 m
• Aquadopp - 6000 m


Velocimeters
• Vector Field Velocimeter
• Vectrino Lab Velocimeter


Wave Systems
• Awac
• Nip


Vessel mounted current profilers


Fungsi dari aquadopp profiler adalah sebagi pengukur dari berbagai macam parameter dinamika laut, beberapa dari profiler dapat mengukur, arus, kemiringan, compass, tekanan dan temperature. selaian dari parameter diatas aquadopp profiler dapat mengukur arah gelombang perairan apabila di gunakan dengan seksama. Aquadopp profiler memiliki data akustik yang dapat diolah dengan software dari nortexUSA.

Fiture dari aquadopp profiler adalah sebagai berikut :
• Small blanking distances give you data close to the instrument
• Small cell sizes even in high flows
• Compass and tilt that automatically senses up or down orientation (use the profiler either way)
• Adjustable power output reduces battery consumption in shallow water
• All plastic and titanium parts, from 2.4 kg in air
• Flexible transducer design—order special heads at low additional cost
• Powerful AquaPro Win32® software for trouble free deployment planning, recording, data retrieval, and ASCII conversion
• Online data communication via radio modem
• Collect directional wave data at 1Hz or 2 Hz in between current profiles
• Inquire for deep water versions

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan Aquadopp® Open water 3D Current Meter ini ada beberapa cara, berikut ini adalah cara menggunakannya:

1. Ditempelkan dipinggir kapal
Aquadopp bisa ditempelkan di pinggir kapal jika kita ingin sambil mengukur di beberapa titik dari waktu yang ditentukan namun harus dibarengi dengan penggunaan GPS untuk koordinat

2. Tenggelam di dasar perairan
Penggunaan Aquadopp pada umumnya diletakkan di suatu dasar yang terlebih dahulu diberi dudukan (tempat untuk alatnya). sebelum alat ini diletakkan terlebih dahulu kita harus mengaktifkan alatnya dengan memasang kabel penghubung yang menghubungkan ke komputer, di komputer kita men-setting berapa lama alat itu akan bekerja (tapi hati-hati karena batterai di dalam alat ini mempunyai waktu untuk alat ini menyala). Setelah di setting alat ini bisa digunakan, dan jika data yang kita ingin ambil tinggal di hubungkan kembali ke komputer.
Setelah penyetingan alat (di tempelkan atau di tenggalamkan di dasar perairan), lalu dilakukan pengambilan data dari Aquadopp tersebut yang nantinya akan diolah untuk kemudian.


Operasional Software


1. Starting Recorder Deployment

Sebelum Anda memulai men-deploy, sebaiknya mendefinisikan konfigurasi penempatan baru (perencanaan deploy) atau menggunakan konfigurasi yang tersimpan dari memori. Lalu klik Deployment > Start Recorder Deployment dan masukkan nama penyebaran pendek tidak lebih dari 6 karakter, yang akan digunakan untuk data internal file. Itu program yang memungkinkan Anda untuk mengatur jam internal profiler Aquadopp (lihat di bawah), dan kemudian memberikan review akhir tentang setup instrumen, tepat sebelum Anda mulai itu.
Kami mengingatkan Anda untuk memastikan bahwa tingkat baterai dan tersedia memori cocok setup penyebaran Anda.
Perangkat lunak ini menciptakan file log yang menggunakan nama penyebaran Anda dengan parameter setup. Anda harus menyimpan file ini dalam catatan Anda. Gunakan startup tertunda baik untuk memastikan profiler Aquadopp mulai pengumpulan data pada jam, atau untuk menghemat baterai untuk penyebaran yang dimulai waktu selanjutnya. Anda dapat memulai penyebaran Aquadopp profiler baik di awal ketika anda berencana untuk menginstal di situs, dan menggunakan startup tertunda untuk menghemat baterai profiler Aquadopp dan sumber daya rekaman untuk penyebaran yang nyata.


2. Setting the Instrument’s Real Time Clock

Perangkat lunak ini memungkinkan Anda untuk mengatur waktu Aquadopp profiler hari dan waktu startup tertunda ketika Anda mulai penyebaran (lihat di atas). Cara termudah untuk mengatur waktu Aquadopp Profiler adalah dengan menggunakan pengaturan waktu PC. Kami sarankan Anda untuk memastikan PC waktu diatur dengan benar sebelum Anda mulai penyebaran.
Sebuah alasan penting untuk mengatur waktu yang tepat mungkin untuk menyinkronkan sekelompok Aquadopps dengan satu sama lain atau dengan sensor lain. Jam real time dari profiler Aquadopp memiliki akurasi sekitar ± 20 detik per tahun yang jauh lebih baik daripada jam PC khas. Jika Anda ingin mengambil keuntungan dari jam profiler Aquadopp untuk menyimpan data dari beberapa instrumen disinkronkan, Anda mungkin ingin mengatur waktu PC dengan kartu GPS

3. Stopping Recorder Deployment

Sebelum Anda memberitahu profiler Aquadopp untuk berhenti mengumpulkan data, pastikan bahwa waktu komputer adalah akurat. Perangkat lunak akan membandingkan waktu komputer dengan
yang Aquadopp profiler waktu, dan Anda dapat menggunakan informasi ini untuk mengukur drift jam. Setelah Anda memulihkan Anda Aquadopp, gunakan perangkat lunak Aquadopp profiler untuk berhenti merekam. Setelah Anda menghubungkan profiler Aquadopp ke komputer Anda, klik Deployment > Stop Recorder Deployment atau klik ikon yang sesuai. Ketika program memberitahu Aquadopp untuk berhenti mengumpulkan data, menampilkan baik
Profiler Aquadopp waktu dan waktu komputer. Kami menyarankan Anda mencatat perbedaan, yang dapat digunakan untuk memperbaiki waktu yang tepat dari Aquadopp sampel-asumsi bahwa jam PC Anda benar.


SPESIFIKASI

Water velocity measurement





Acoustic frequency

Maximum profiling range*

Cell size

Minimum blanking

Maximum # cells

Velocity Range

Accuracy

Max. Sampling rate

Velocity uncertainty

0.4MHz

60–90m

2–8m

1m

0.6MHz

30–40m

1–4m

0.50m

1.0MHz

12–20m

0.3-4m

0.20m

2.0MHz

4–10m

0.1–2m

0.05m

128

±10m/s (call for extended range)

1% of measured value ±0.5cm/s

1Hz

Consult software program

*) The Aquadopp profiler measures the current profile in a user specified

number of cells from the instrument out to a maximum range

that depends on the acoustic scattering conditions. The lower range

should be expected with clear water and small cells and the higher

range with large cells and acoustically turbid water.


Echo intensity


Sampling

Resolution

Dynamic range

Same as velocity

0.45dB

90dB


Transducer





Frequency

Number of beams

Beam width

0.4MHz

3

3.7°

0.6MHz

3

3.0°

1.0MHz

3

3.4°

2.0MHz

3

1.7°

Standard sensors


Temperature

Range

Accuracy/resolution

Time response

Compass

Maximum tilt

Accuracy/resolution

Tilt

Accuracy/resolution

Up or down

Pressure

Range

Accuracy/resolution

Thermistor embedded

–4°C to 30°C

0.1°C/0.01°C

10 min

Flux gate with liquid tilt

30°

2°/0.1°

Liquid level

0.2°/0.1°

Automatic detect

Piezoresistive

0–100m (standard)

0.25%/0.005% of full scale

Analog inputs


Number of channels

Voltage supply

Voltage input

Resolution

2

Battery voltage. Hardware can be modified to provide 5V or 12V

0–5V

16 bit A/D

Serial data communication


I/O

Baud rate

RS232, RS422. Software supports most commercially available USB–RS232 converters

300–115200 (user setting)

Internal recording


Capacity

Data record

Mode

9MB, expandable to 33, 89, or 161MB

32 bytes + 9×Ncells

Stop when full (default) or wrap mode

Software “AquaPro”


Operating system

Functions

Windows®2000, Windows®XP

Deployment planning, data retrieval, ASCII conversion, online data collection, and graphical display

Power


DC Input

consumption at 1Hz

Sleep consumption

Transmit power

9–16VDC Max average

0.2–1.5W

0.0013W

0.3–20W, 4 adjustable levels

Internal batteries


Type/capacity

New battery voltage

Duration (10-minute avg.)

Duration (10-minute avg.)

18 AA Alkaline cells/50Wh

13.5VDC

80 days for 2MHz, 0.5m cells

50 days for 1MHz, 1.0m cells

Exact battery consumption and velocity uncertainty are complex

functions of the deployment configuration. Please consult the

AquaPro software for more exact predictions.

Materials


Standard

models

Delrin and polyurethane plastics with titanium screws Intermediate and deepwater

Titanium and Delrin plastics

Connectors


Bulkhead (Impulse)

Cable

MCBH-8-FS

PMCIL-8-MP on 10-m polyurethane cable

Environmental


Operating temperature

Storage temperature

Shock and vibration

Shallow water rating

–5°C to 35°C

–20°C to 45°C

IEC 721–3–2

300m

Dimensions


Weight in air

Length

Diameter

2.4kg/2.6kg (0.6MHz)/3.7kg (0.4MHz) with alkaline batteries

550mm

75mm

Options


Batteries

External batteries

Bulkhead connectors

Transducer head

Deep water systems

Communication

Lithium, Li-Io rechargeable

540Wh or 1200Wh

Titanium instead of bronze

Right angle head for 1 or 2MHz. Inquire for special configurations

Inquire for 2000- & 6000-m versions

Request special harness for RS422 Communication


Gambar - gambar aquadopp profiler :












Minggu, 09 Mei 2010

Saatnya Berpaling (Lagi) ke Laut

copas dari kompas.hehe

Jumat, 28 Agustus 2009 | 04:37 WIB

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU

Kejayaan nenek moyang bangsa ini sebagai pelaut ulung bukanlah cerita asing di kalangan anak-anak muda. Akan tetapi, sepertinya bangsa ini menganggap kejayaan masa lalu itu berhenti hanya sebagai sejarah. Generasi muda sekarang pun berpaling makin jauh sebagai cucu dari para pelaut mumpuni yang pernah disegani bangsa-bangsa di dunia.

Kesadaran wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, yang dua pertiga wilayahnya berupa laut, begitu jauh dari kalangan anak-anak muda. Sebut saja mahasiswa. Kenyataan itu tidaklah mengherankan karena bangsa ini memang tidak jua berpaling pada kekuatan sebagai negara maritim.

Saat bicara soal lautan Indonesia yang luas, yang ada di benak anak-anak muda baru sebatas kekaguman betapa sebenarnya Indonesia ini luar biasa. Angan-angan pun melambung, membayangkan betapa Indonesia bisa jadi negara makmur jika mampu memanfaatkan sumber daya alam di laut yang belum banyak ”dilirik” dalam pembangunan bangsa.

Pengenalan dan pemahaman geografis Indonesia, yang mestinya juga tidak mengabaikan laut, belum tumbuh dengan baik. Dalam realitas kehidupan masyarakat, justru terlihat nyata betapa timpangnya pembangunan dan kemajuan antara masyarakat yang hidup di sekitar laut dan darat.

Akibatnya, pengembangan laut bagi kesejahteraan bangsa pun semakin jauh. Kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang berpihak pada pengembangan potensi bahari masih minim. Pengembangan ilmu kelautan dalam berbagai aspek juga terbatas, antara lain karena bidang ini tak diminati banyak generasi muda sebagai pilihan studi.

Perasaan miris juga muncul saat melihat kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan yang lambat berkembang. Tidak sedikit yang masih terisolasi dengan pulau-pulau lain.

Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah saat menerima rombongan Arung Sejarah Bahari IV/2009, akhir Juli lalu, mengakui memang tidak mudah mengelola sebuah provinsi maritim. Butuh biaya besar. Namun, hingga saat ini anggaran yang dikucurkan pusat untuk wilayah- wilayah maritim masih minim.

Sebagai contoh, untuk menyediakan alat transportasi di darat, seperti bus ber-AC dengan kapasitas 60 tempat duduk, hanya butuh biaya dalam hitungan ratusan juta rupiah. Namun, untuk kapal dengan kapasitas sama bisa mencapai Rp 4,5 miliar. Belum lagi harus disediakan pelabuhan, lalu menjaga supaya laut tidak dangkal.

Pembangunan infrastrukturnya mahal. Meskipun punya banyak sumber daya alam, susah juga memanfaatkannya karena kendala transportasi dan fasilitas lainnya. Potensi wilayah-wilayah maritim diakui besar, tapi baru sebatas pengakuan, belum sampai pada dukungan nyata untuk bisa mengoptimalkan laut dan potensinya.

”Kami terus berjuang supaya pemerintah pusat memberikan perhatian yang besar untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur serta hasil laut. Jika tidak ada keberpihakan, banyak warga pulau yang terbelakang terus,” kata Ismeth.

Kondisi itu jauh berbeda dengan Singapura, sebagai negara tetangga yang cukup dekat dengan Indonesia. Peranan pulau-pulau yang tadinya penting dalam jalur perdagangan, termasuk di Kepulauan Riau, tenggelam dengan mencuatnya Singapura. Negeri Singa itu justru berkembang jadi negara maju dengan pelabuhan yang penting bagi dunia.

Wilayah kepulauan yang didominasi perairan membutuhkan pengembangan jaringan pelayaran sebagai salah satu penentu dinamika ekonomi di sana. Dalam dinamika yang tumbuh itu, memungkinkan interaksi dari banyak pihak, yang memunculkan budaya baru bagi berkembangnya peradaban umat manusia.

Peranan Indonesia dalam perniagaan dan peradaban sudah terbukti pada masa lalu. Bukan hanya maju dalam perniagaan semata. Dalam penyebaran budaya juga diakui. Sebagai misal, bahasa Melayu yang berkembang sebagai bahasa penghubung antara pelaut dan pedagang yang kemudian membentuk jaringan kebahasaan di bumi Nusantara hingga ke Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Semangat kebaharian

Kecenderungan yang terus berlanjut di mana orientasi pembangunan lebih terfokus ke darat dan mengabaikan watak dasar keindonesiaan sebagai negara kepulauan yang berbasis maritim mestinya segera dihentikan. Di tangan generasi muda sebagai penerus bangsa seharusnya perubahan itu disiapkan untuk mewujudkan kekuatan Indonesia kembali sebagai negara maritim yang unggul dalam perdagangan dunia.

”Tidak banyak yang saya ketahui soal sektor bahari Indonesia. Sebagai anak muda yang besar di kota, saya senang menikmati pantai yang di sekitarnya tumbuh resor-resor bagus. Tetapi, kini saya baru tahu bahwa pemerintah tidak seharusnya menganaktirikan masyarakat yang tinggal di sekitar laut,” kata Asrining Tyas, mahasiswa Universitas Indonesia.

Kesadaran yang diungkapkan Tyas muncul saat dirinya bersama sekitar 100 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kegiatan Arung Sejarah Bahari IV/2009 di Kepulauan Riau. Perjalanan menyusuri jejak kejayaan bangsa dalam kebaharian seketika menyentak kesadaran mereka.

Mahasiswa lain, Diana AP Korawa, sebenarnya tidak asing dengan laut. Di masa kecilnya di Kampung Samau, Biak Numfor, Papua, mahasiswa tingkat akhir Universitas Cenderawasih itu menikmati mandi di pantai. Dia juga terbiasa melihat masyarakat yang mengandalkan hidup dari hasil laut dengan mengekspor ikan ke negara tetangga.

Namun, seiring waktu karena keterbatasan fasilitas dan pengembangan laut di wilayahnya, nasib nelayan pun lama-lama terpuruk. Kondisi itu membuat Diana sebagai anak muda tidak tertarik untuk bisa mengeksplorasi potensi laut.

Akan tetapi, ketidakpedulian itu seketika memudar saat pengenalan kebaharian diterimanya dalam kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Geografi Sejarah Ditjen Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

”Saya baru tersadar, seharusnya kita mencintai laut. Saya baru merasa terbuka pikiran untuk bisa menoleh kembali ke laut. Setidaknya, untuk penyusunan skripsi, saya mau membuat penelitian yang berhubungan dengan laut,” ujar Diana yang belajar di bidang pendidikan ilmu pengetahuan sosial.

Tengku Munawar, mahasiswa Institut Teknologi Bandung, menekankan bangsa ini harus berpaling kembali ke laut. ”Di zaman dulu lebih banyak perahu daripada jalan di darat. Tetapi sekarang sangat timpang,” kata mahasiswa asal Pulau Lingga, Kepulauan Riau, itu.

Munawar juga melihat anak-anak pulau sendiri lebih tertarik untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau lainnya daripada berkecimpung di laut. Pasalnya, kehidupan nelayan yang ada di pulau jauh dari sejahtera karena terbatasnya peralatan dan keterampilan memberdayakan hidup dari hasil laut.

Kesempatan untuk bisa mengarungi sejarah kejayaan kerajaan maritim Indonesia membuat mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu itu mau berefleksi apa yang sesungguhnya terlupakan dalam pembangunan bangsa ini. Dalam keberbedaan disiplin ilmu, mahasiswa diajak untuk bisa bekerja sama mengembangkan potensi laut yang masih terlupakan.

Endjat Djaenuderadjat, Direktur Sejarah Geografi, mengatakan bahwa semangat kebaharian mesti ditumbuhkan di kalangan generasi muda. Tujuannya supaya mereka paham tentang peradaban maritim dan potensi kelautan dalam peningkatan sumber daya ekonomi.

Selama ini pembangunan terhadap peradaban bahari seolah-olah ditinggalkan sehingga keberadaan pulau-pulau terluar dan pulau kecil sering diabaikan. Begitu juga dengan penggalian sumber daya bahari yang berlimpah belum tergarap dengan baik.

Laut hendaknya tidak hanya dilihat sebagai kumpulan air yang sangat luas. Dalam kebaharian juga menyangkut aspek-aspek kehidupan yang ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kegiatan Arung Sejarah Bahari ini sebagai kegiatan mengarungi sejarah kehidupan manusia dalam lingkup dan tingkat peradaban yang telah dicapainya.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa mengunjungi obyek-obyek yang berkaitan dengan peradaban bahari. Mereka juga mengarungi laut untuk menuju pulau-pulau penting dalam catatan sejarah kejayaan bahari Indonesia. Lalu, mereka juga berdiskusi bagaimana seharusnya kita memandang laut dan apa yang mestinya dilakukan pada laut Indonesia nan luas itu. Tak ada kata terlambat untuk mengajak generasi muda berpaling (lagi) ke laut. Entah kesadaran itu hanya emosi sesaat atau sebagai pencerahan, mahasiswa yang ikut dalam kegiatan Arung Sejarah Bahari bertekad untuk ”melirik” dan mencintai laut.


sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/08/28/04374074

Selasa, 22 Desember 2009

Potensi Laut Indonesia.

Potensi potensi dan potensi.
Selalu dibanggakan.
Setelah itu hilang karena tidak dimanfaatkan dengan benar.
Mari manfaatkan potensi yang banyak itu, jangan hanya membanggakannya.


hehehe.

Minggu, 22 November 2009

hargai karya orang

Bayangin kalo lo udah bikin makalah cape cape,walaupun makalah itu gak bagus bagus amat,terus di bakar sama temenloyangberengsek atau dikatain, apa yang lo rasakan? kesel kan.

Nah oleh karena itu belajarlah menghargai karya orang, walaupun karya tersebut jelek.


Ya kalau kurang suka terhadap sebuah karya orang jangan menjelek jelekkan karya nya tersebut, minimal kritik dan kasih solusi yang baik menurut anda.



Jumat, 10 Oktober 2008

Persamaan diantara perbedaan

apakah mereka mirip??

(tantowi y) (steven seagal)

bandingkan


(helmi yahya) (tantowi yahya)

jadi siapa yg adik kakak??


Ada lagi..


(chris cornell) (massimo oddo)
menurut anda apakah mereka mirip??..
mirip bukan..



maaf ini hanya canda semata..
arivedersi arivedersi..
apaan si..

Selasa, 06 Mei 2008

botak vs gondrong

kepala botak..
apakah salah jika seorang mahasiswa berkepala botak??
sebagai mahasiswa yang kritis,puitis dan erotis saya kurang setuju..
apakah jika mahasiswa berkepala botak tidak bisa bikin skripsi?enggak kan..
apakah jika mahasiswa berkepala botak tidak bisa ngerjain tugas??enggak kan..
apakah jika mahasiswa berkepala botak tidak bisa bikin anak??enggak kan..(kecuali kalo mandul))
apakah jika mahasiswa berkepala botak tidak bisa menari erotis??enggak kan..
apakah jika mahasiswa berkepala botak tidak bisa menyisir rambut??enggak kan..(JANGAN PROTES!!))